Keunikan penyiar yang satu ini adalah memiliki suara dengan karakter berbeda. Bisa karakter seorang kakek, bisa juga karakter seorang pemuda biasa. Terlahir dengan nama Kornelius Galuh Supardi, di Surabaya tanggal 31 Desember 1964, dia membawakan acara Gayeng Harmoni setiap pukul 12.30 sampai 15.00.

Mbah Mardi dalam Gayeng Harmoni
Ayat firman Tuhan yang senantiasa menjadi motivasi dalam dia melayani ialah : “carilah dahulu kerajaan surga terlebih dahulu, maka semua akan ditambahkan” dimana itu ayatnya..? cari sendiri ya..!! Selain firman Tuhan yang menjadi penyemangat dalam melayani, pak Pardi atau yang dikenal juga dengan mbah Mardi, memiliki semboyan hidup: “dengan sisa hidup ini, belajar melayani Tuhan dengan lebih sungguh”
Bagaimana kesannya melayani di Harmoni? “ mengesankan sekali, ada suka dan ada duka” itulah jawab dari pak Pardi.
Sementara itu acara yang dibawakan, yaitu Gayeng Harmoni adalah sebuah acara yang didalamnya sobat bisa mendengarkan pujian dalam irama: dangdut, keroncong, campursari, pop jawa dan gending-gending jawa.
“dengan bahasa Jawa memuji Tuhan, kita juga membudayakan budaya Jawa, supaya tidak kalah dengan budaya asing” itulah semangat Gayeng Harmoni. Maju terus mbah…!!!




